MUNA – Warga dari Desa Mantobua dan Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi unjuk rasa memprotes kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah, Kamis (28/5/2026).
Aksi yang dilakukan Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia itu sempat memblokade jalan hingga menyebabkan akses menuju kawasan wisata Pantai Meleura dan Danau Napabale lumpuh total.
Dalam aksi tersebut, massa membakar ban bekas, melakukan orasi, dan membentangkan spanduk bernada kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Muna.
Koordinator lapangan aksi, Zainal Mantobua, mengatakan kerusakan jalan di wilayah mereka telah berlangsung hampir satu dekade tanpa penanganan serius dari pemerintah.
Menurutnya, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan rusak parah sangat membahayakan masyarakat maupun pengendara yang melintas setiap hari.
“Kami turun ke jalan karena pemerintah seolah menutup mata terhadap penderitaan masyarakat akibat jalan rusak ini,” kata Zainal.
Ia menyebut ruas jalan Mantobua–Korihi sepanjang kurang lebih dua kilometer menjadi titik kerusakan paling parah dan merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial.
Zainal menegaskan aksi demonstrasi akan terus dilakukan hingga pemerintah memberikan kepastian terkait perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Lohia.
“Kalau tuntutan kami tidak direspons, akses jalan poros Raha–Napabale akan kami tutup total,” ujarnya.
Sementara itu, koordinator aksi lainnya, Mirfan Sarumi, mengatakan jalan yang rusak tersebut juga merupakan jalur strategis menuju destinasi wisata unggulan Kabupaten Muna.
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.
Dalam aksi itu, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Muna segera melakukan pengaspalan jalan di Kecamatan Lohia dan memastikan proyek peningkatan ruas Raha–Napabale direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Massa juga meminta Bupati Muna, Bachrun, turun langsung meninjau kondisi jalan dan menyampaikan komitmen tertulis terkait percepatan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, mereka mendesak DPRD Muna, khususnya anggota legislatif dari Daerah Pemilihan VI, ikut mengawal tuntutan masyarakat hingga terealisasi.
Warga menegaskan aksi blokade jalan akan terus berlanjut apabila pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah konkret terkait perbaikan jalan rusak tersebut.
