Cegah Anemia, Mahasiswa Magister Farmasi UHO Gelar Sosialisasi di Desa Waworaha Konawe

Mahasiswa Magister Formasi UHO melaksanakan sosialisasi pencegahan anemia di Waworaha Konawe, Sabtu (18/4/2026). Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Selasa, 21 April 2026 | 12:27:00 WIB

KONAWE - Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan serta penanganan anemia di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai bahaya anemia serta langkah-langkah pencegahannya.

Sosialisasi tersebut diikuti masyarakat setempat, khususnya remaja putri dan ibu rumah tangga. Dalam kegiatan itu, mahasiswa menyampaikan berbagai materi edukatif, mulai dari pengenalan anemia, penyebab, gejala, hingga upaya pencegahan dan penanganannya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen penambah darah.

Salah satu mahasiswa, Abdi Nipangeran, mengatakan anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan, termasuk di Sulawesi Tenggara.

“Karena itu, edukasi berbasis komunitas dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku masyarakat,” ujar Abdi, Selasa (21/4/2026). 

Ia menambahkan, hal tersebut sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa intervensi edukasi gizi mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan anemia secara signifikan pada kelompok masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak mengikuti diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Mahasiswa turut membagikan media edukasi berupa leaflet agar informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode edukasi yang variatif, seperti penggunaan media visual dan pendekatan partisipatif, dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pesan-pesan kesehatan.

Selain itu, mahasiswa juga mensosialisasikan pentingnya deteksi dini anemia serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di wilayah setempat.

Edukasi ini menekankan bahwa anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memengaruhi produktivitas serta kualitas hidup masyarakat secara umum.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Waworaha. Masyarakat berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan derajat kesehatan di wilayah mereka.

Reporter: Redaksi