Warga Kabaena Akui Terbantu, Yayasan Kesejahteraan Masjid Bantah Tudingan Pungli Air Bersih

Pengelolah Operasional Yayasan Kesejahteraan Masjid, Kaharudin saat diwawancara. Foto: Istimewa
Penulis: R. Anugrah
Kamis, 07 Mei 2026 | 10:57:00 WIB

BOMBANA – Yayasan Kesejahteraan Masjid di bawah asuhan Yayasan Dharul Ashar membantah tudingan adanya pungutan liar (pungli) dalam penyaluran air bersih kepada masyarakat di sejumlah desa di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Diketahui tudingan tersebut sebelumnya dilayangkan oleh Lembaga Garda Muda Anoa (GMA-Sultra) yang menyebut Yayasan Dharul Ashar melakukan pungutan iuran selama bertahun-tahun. 

Menanggapi hal tersebut, Pengelola Operasional Yayasan Kesejahteraan Masjid, Kaharudin menegaskan bahwa iuran yang diberlakukan merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengelola dan masyarakat pengguna layanan air bersih. Ia memastikan, hingga saat ini tidak ada keluhan dari warga.

"Sampai hari ini  tidak ada pengguna yang mengeluh. Bahkan masyarakat berlomba-lomba mau pasang," ujarnya, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Selasa, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, program penyaluran air bersih tersebut berangkat dari kepedulian yayasan terhadap kondisi masyarakat Pulau Kabaena yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Menurutnya, pemasangan instalasi pipa telah dimulai sejak awal 2025 dan selama lebih dari satu tahun pendistribusian air dilakukan secara gratis.

“Selama 13 bulan itu gratis,” katanya.

Kaharudin menambahkan, penerapan iuran baru dilakukan setelah dibentuk pengurus teknis yang bertugas mengelola distribusi air di lapangan. Dana iuran tersebut digunakan untuk menunjang operasional pengurus.

Hingga kini, layanan air bersih dari Yayasan Dharul Ashar telah menjangkau sekitar 430 rumah yang tersebar di sejumlah desa di tiga kecamatan di Pulau Kabaena, di antaranya Desa Baliara Selatan, Baliara Kota, Sikeli, Lahambuu, Teomokole, dan Langkema.

“Intinya sudah tiga kecamatan yang kami layani,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa pengelolaan dan penyaluran air bersih tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tidak mungkin kami bergerak tanpa izin. Kegiatan ini juga diawasi oleh Dinas PU Bombana, apalagi kami menggunakan jalur jalan,” ujarnya.

Di sisi lain, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Kelurahan Sikeli, Abdulah, mengaku kehadiran layanan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga.

“Dari dulu kami tidak pernah merasakan air bersih. Kalau bantuan perpipaan dari pemerintah, biasanya hanya bertahan satu dua hari saja,” katanya.

Ia juga menilai iuran yang diterapkan tidak memberatkan masyarakat, mengingat pemasangan instalasi sebelumnya dilakukan secara gratis.

“Bukan memberatkan. Kalau tidak ada iuran, siapa yang akan mengurus? Apalagi pemasangan pipanya gratis,” ujarnya.

Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dharul Ashar atas upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pesisir Pulau Kabaena hingga Pulau Sogori.

Reporter: R. Anugrah