KENDARI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menggelar forum diskusi LENSA HMI bertema "Paradoks MBG: Antara Gizi dan Korupsi"di Aula Wisma Lafran Pane, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang digagas Bidang Pembinaan Anggota (PA) HMI itu menjadi ruang diskusi kritis mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Forum tersebut diikuti kader HMI se-Cabang Kendari serta perwakilan organisasi kemahasiswaan dari sejumlah perguruan tinggi negeri di Kota Kendari. LENSA HMI juga menjadi program perdana kepengurusan Ketua Umum Yusril dan Sekretaris Umum Darmin.
JARNAS HUDLI Bakal Geruduk PT Naked Press, Desak Pemerintah Usut Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan
Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Kendari, Ahmad Anzusman, mengatakan LENSA HMI tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga wadah kaderisasi untuk memperkuat kapasitas intelektual kader dalam membaca dan mengkritisi berbagai persoalan publik.
Menurutnya, kader HMI tidak cukup hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga harus mampu menganalisis isu-isu strategis di tingkat daerah maupun nasional sebagaimana diamanatkan dalam pedoman perkaderan.
"Pedoman perkaderan menegaskan bahwa kader HMI harus mampu memetakan perkembangan peradaban. Karena itu, forum seperti ini penting agar kader memiliki daya kritis terhadap berbagai kebijakan publik," ujar Anzusman.
Diskusi menghadirkan Delasaro Zega, Prof. Najib Husain, Andri Darmawan, Sudarso, dan Wa Ode Rulia sebagai narasumber.
AMPK dan PJ Sultra Minta Kejati Usut Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD dalam Kasus PSR Kolaka
Dalam forum tersebut, para narasumber pada prinsipnya mendukung tujuan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, mereka menilai pelaksanaannya masih menyisakan berbagai persoalan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Sejumlah narasumber menyoroti dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan program dengan tujuan awal, sehingga pemerintah didorong melakukan evaluasi komprehensif sebelum program dilanjutkan. Mereka menilai langkah evaluasi penting untuk memastikan efektivitas, akuntabilitas, dan tata kelola program berjalan sesuai sasaran.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan kepada para narasumber hingga kegiatan ditutup saat azan Magrib berkumandang.
Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Yusril, berharap LENSA HMI dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan sedikitnya sekali setiap bulan sebagai ruang dialektika kader dalam mengawal berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
