Mandi di Sungai Saat Air Pasang, Siswi SMP di Kolut Ditemukan Tewas

Siswi SMP di Kolaka Utara, inisial JA dilaporkan tewas usai tenggelam di sungai. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 16:31:11 WIB

KOLAKA UTARA – Kegiatan rekreasi yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi duka. Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai Desa Lanipa, Kecamatan Pakue Tengah, Minggu (25/1/2026).

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Kolut, Aipda Ahmad Syaiful. Ia menjelaskan bahwa sekitar pukul 10.00 Wita, personel Polsek Pakue menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang anak yang meninggal dunia saat rekreasi di sungai.

“Selanjutnya Personil Polsek pakue mendatangi TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Aipda Ahmad Syaiful dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Senin (26/1/2026).

Korban diketahui berinisial JA (12) yang merupakan pelajar SMP Negeri 15 Kolaka Utara dan berdomisili di Desa Salulotong, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolut. 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, korban bersama sekitar 30 teman sekolahnya melakukan rekreasi di Sungai Dusun III Pangi, Desa Lanipa. Namun, sekitar pukul 09.30 Wita, salah satu teman korban, MN, menyadari bahwa JA tidak terlihat di sekitar lokasi.

Menyadari hal tersebut, teman-teman korban kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian. Tak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi terapung di sungai.

Korban segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Latali, Kecamatan Pakue Tengah. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi di sungai, dengan kondisi air sungai sedang pasang," jelas Aipda Ahmad Syaiful.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi TKP, membawa korban ke puskesmas, mencari dan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan informasi, serta melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah desa setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di lokasi berisiko seperti sungai, terutama ketika kondisi air sedang pasang.

Reporter: Redaksi