Pria di Konsel Ngaku Anggota Polri di Live TikTok, Tujuannya untuk Pikat Wanita

Kapolsek Ranometo, Iptu Sukirman (kiri) dan seorang pria bernama Imran alias Mura yang viral mengaku sebagai anggota polisi. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Rabu, 02 September 2026 | 18:06:00 WIB

KONAWE SELATAN – Seorang pria bernama Imran alias Mura diamankan polisi setelah mengaku sebagai anggota Polri dalam siaran langsung (live) TikTok. Dari hasil pemeriksaan, pengakuan tersebut dilakukan untuk menarik perhatian atau memikat hati seorang wanita.

Imran diamankan personel Polsek Ranomeeto, Polresta Kendari, setelah video pengakuannya sebagai anggota Polri viral di media sosial.

Kapolsek Ranomeeto Polresta Kendari Iptu Sukirman mengatakan, Imran telah mengakui bahwa dirinya bukan anggota Polri. Pengakuan tersebut disampaikan saat menjalani pemeriksaan di Polsek Ranomeeto.

“Motifnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh, adalah untuk menarik perhatian atau memikat hati perempuan yang ada dalam live grup media sosial,” ujar Iptu Sukirman dalam keterangannya yang diterima, Rabu (2/9/2026).

Aksi Imran mengaku sebagai anggota Polri terekam dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @Andi_Cakku92.

Dalam siaran tersebut, Imran mengaku bertugas sebagai anggota polisi di wilayah Kendari, tepatnya Ranomeeto.

Pemilik akun kemudian mempertanyakan satuan tempat Imran bertugas.

“Kita tugas di mana, polres mana?” tanya Andi.

“Kendari, Ranomeeto,” jawab Imran.

Saat kembali ditanya mengenai markas kepolisian tempatnya bertugas, Imran menyebut “Polres Ranomeeto”.

Jawaban tersebut menimbulkan kejanggalan. Pasalnya, Ranomeeto merupakan wilayah hukum Polsek Ranomeeto yang berada di bawah jajaran Polresta Kendari, bukan Polres Ranomeeto.

Dalam video itu, Imran juga sempat ditanya mengenai rambutnya yang berwarna pirang. Ia mengklaim anggota Polri diperbolehkan memiliki rambut pirang dengan sejumlah ketentuan.

“Boleh, asalkan polisinya itu jangan ada tato, jangan ada pakai anting,” katanya.

Untuk memastikan pengakuannya, pemilik akun kemudian meminta Imran menyebutkan Nomor Registrasi Pokok (NRP). Namun, Imran hanya menjawab dengan menyebut angka satu.

Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Polisi yang mengetahui informasi itu selanjutnya melakukan klarifikasi dan memastikan Imran bukan anggota Polri.

Imran kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait pengakuannya tersebut. Dalam pemeriksaan, ia kembali mengakui bahwa dirinya bukan anggota Polri.

Reporter: Redaksi