Wisuda XXXV Unsultra 2026, 672 Lulusan Dilepas Hadapi Tantangan Dunia Nyata

Prosesi Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Unsultra di Hotel Claro Kendari, Rabu (9/9/2026). Foto: Ruassultra
Penulis: Kris
Rabu, 09 September 2026 | 12:45:27 WIB

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar Wisuda Sarjana XXXV dan Pascasarjana X tahun 2026 di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 672 wisudawan  mengikuti prosesi wisuda tersebut. Mereka terdiri atas 646 lulusan program sarjana (S1) dan 26 lulusan program magister.

Para wisudawan berasal dari sejumlah program studi di Unsultra. Rinciannya, Teknik Sipil 61 orang, Teknik Mesin dua orang, Teknik Pertambangan 14 orang, Teknologi Hasil Pertanian lima orang, Peternakan tujuh orang, Agribisnis lima orang, Ilmu Hukum 264 orang, Ilmu Pemerintahan 98 orang, Manajemen 50 orang, Kewirausahaan 40 orang, PGSD 104 orang, serta Pascasarjana atau Magister 26 orang.

Prosesi wisuda tersebut dihadiri jajaran Senat Unsultra, Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si., Ketua Dewan Pembina Unsultra Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si., serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Rektor Unsultra Prof. Jamhir Safani mengatakan wisuda menjadi momentum bagi Unsultra untuk kembali melepas lulusan yang siap menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehidupan sesungguhnya bagi para wisudawan baru akan dimulai setelah meninggalkan bangku perkuliahan. Terlebih, mereka akan menghadapi tantangan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Di tengah era disrupsi teknologi, tantangan teknologi global sudah menunggu kalian,” ujar Jamhir.

Jamhir kemudian menitipkan tiga pesan penting kepada para lulusan sebelum memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Pertama, menjaga dan mempertahankan integritas. Ia meminta para lulusan tetap menjadi pribadi yang jujur dan profesional di tengah lingkungan yang kerap mengagungkan jalan pintas.

Kedua, terus belajar dan mampu beradaptasi.  Jamhir mengatakan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah dapat mengalami perubahan dan perkembangan seiring berjalannya waktu. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri menjadi hal penting.

Ia juga mengingatkan para alumni agar tidak hanya melihat siapa yang menyampaikan sebuah pesan, tetapi mempertimbangkan isi dan manfaat dari pesan tersebut.

“Belajarlah melihat apa yang dikatakan orang lain, jangan melihat siapa yang mengatakan. Selama itu baik, ambillah semua pelajaran dan pesan penting yang bisa digunakan dalam kehidupan,” katanya.

Ketiga, hadir sebagai solusi. Jamhir meminta para alumni tidak sekadar menjadi penonton di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan.

“Jangan hanya jadi penonton di tengah masyarakat. Gunakan ilmu untuk menyelesaikan masalah sekecil apa pun,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Jamhir menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Unsultra.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan pendampingan kepada mahasiswa sejak awal masa perkuliahan hingga menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Unsultra, Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si., dalam orasinya mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, kelulusan menjadi awal dari tantangan yang lebih kompleks di dunia nyata.

Nur Alam mengatakan persoalan yang dihadapi lulusan setelah memasuki dunia kerja dan masyarakat tidak selalu memiliki jawaban sederhana seperti pilihan ganda dalam ujian di bangku kuliah.

“Di dunia nyata, Saudara akan menemukan persoalan yang jauh lebih sulit. Tidak ada pilihan A, B, C, atau D, tidak ada dosen yang membenarkan, dan tidak ada buku yang selalu memberi jawaban,” ujar Nur Alam di hadapan civitas akademika dan para wisudawan.

Nur Alam diketahui hadir dalam prosesi wisuda tersebut setelah sebelumnya berada di Jakarta. Ia menempuh perjalanan panjang menuju Kendari setelah penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta terkendala.

Untuk dapat menghadiri agenda wisuda, Nur Alam disebut menempuh perjalanan darat melalui jalur tol hingga Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Halu Oleo, Sulawesi Tenggara.

Kehadiran Nur Alam dalam prosesi tersebut menjadi bentuk komitmennya untuk menyampaikan langsung pesan kepada para lulusan Unsultra yang akan memasuki kehidupan profesional dan bermasyarakat.

Reporter: Kris