Diduga Proses Belajar Mengajar Tidak Maksimal, UPTD SDN 7 Kontunaga Disorot Orang Tua Murid

Proses belajar mengajar di SDN 7 Kontunaga disorot orang tua Siswa. Foto: Istimewa
Penulis: Etonk
Kamis, 22 Januari 2026 | 17:57:59 WIB

MUNA - Aktivitas belajar mengajar di UPTD SDN 7 Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan sejumlah orang tua murid. Sekolah yang beralamat di Desa Lapodidi, Kecamatan Kontunaga tersebut diduga tidak menjalankan proses pembelajaran secara maksimal sebagaimana mestinya.

Salah seorang orang tua murid, LAM, mengungkapkan bahwa anak-anak jarang mendapatkan pelajaran karena kehadiran guru dinilai tidak konsisten.

“Murid jarang belajar, baru gurunya semaunya masuk. Orang tua siswa sudah banyak mengeluh karena ini sudah lama terjadi. Sudahmi juga pernah diingatkan oleh Babinsa setempat, tapi gurunya kayak mereka abaikan saja. Ketegasan kepala sekolah untuk mengontrol guru-guru itu yang diperlukan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua murid lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, dalam beberapa kesempatan, guru bahkan tidak masuk sekolah selama dua hari berturut-turut.

“Anak-anak jarang belajar, kadang-kadang dua hari berturut-turut gurunya tidak masuk sekolah. Kalaupun masuk, tidak masuk kelas. Babinsa pun pernah langsung berkunjung ke sekolah, tapi hanya selang dua hari berjalan normal, setelah itu kembali lagi seperti semula,” ungkapnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Sekolah UPTD SDN 7 Kontunaga, Abdul Tahap, membantah adanya kelalaian dalam proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa aktivitas sekolah berjalan normal sesuai jadwal.

“Kalau bisa datang saja ke sekolah, Pak, bawa dengan yang melapor itu, supaya saya kasih ketemu dengan guru-guru. Bagaimana mungkin jam 8 belum dibuka pintu, sementara yang pegang kunci sekolah itu istrinya kepala desa, tidak mungkin dia terlambat. Kami di sana jam 7.30 anak-anak sudah belajar,” jelas Abdul Tahap melalui sambungan telepon, Kamis (22/1/2026).

Terkait dengan informasi adanya kunjungan Babinsa ke sekolah, Abdul Tahap membenarkan hal tersebut, namun menegaskan bahwa peristiwa itu sudah lama terjadi.

“Memang Babinsa pernah datang, tapi itu sudah lama, beberapa bulan lalu,” tutupnya.
 

Reporter: Etonk