Diduga Bunuh Diri, Seorang PNS Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya di Bombana

Pria inisial MHS di Bombana ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026 | 23:02:00 WIB

BOMBANA — Warga BTN Zamzam, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, digegerkan dengan penemuan sesosok pria dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.

Korban diketahui bernama Muhammad Hendri Sampurno (39), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), warga BTN Zamzam Blok E-10. Ia merupakan kelahiran Baubau, 5 Mei 1986.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat setelah muncul kecurigaan karena pintu rumah dalam keadaan terbuka selama beberapa hari.

“Korban ditemukan dalam posisi tergantung di bar pull up kusen pintu kamar sebelah kiri menggunakan tali nilon warna hitam yang terlilit empat kali di leher,” ujar Iptu Abdul Hakim.

Penemuan berawal saat saksi Maya (45), tetangga yang tinggal di depan rumah korban, merasa curiga karena pintu rumah korban terbuka selama kurang lebih tiga hari. Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, saksi sempat melihat korban duduk di depan rumahnya sepulang dari Kendari.

Karena curiga, Maya kemudian meminta bantuan Agus Hamza (51), warga BTN Zamzam Blok F-9, untuk memeriksa kondisi rumah. Keduanya lalu masuk dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kondisi jenazah mengeluarkan cairan dari mulut dan bagian lutut telah membiru.

“Petugas langsung mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan identifikasi serta mengevakuasi jenazah. Kami juga telah mengambil keterangan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Tanduale Bombana untuk dilakukan visum atas permintaan pihak keluarga. Setelah proses visum selesai, jenazah dibawa ke Kendari.

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya, namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.

“Atas kejadian ini, Satreskrim Polres Bombana masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan penyebab pasti korban mengakhiri hidupnya,” tutup Iptu Abdul Hakim.

Reporter: Redaksi