Sampan Terbalik, Nelayan Bombana Ditemukan Tak Bernyawa di Laut

Proses evakuasi jenazah korban di Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:25:32 WIB

BOMBANA– Pagi itu, laut di perairan Pulau Kofano tampak tenang. Seperti biasa, para nelayan mulai beraktivitas sejak dini hari, berharap membawa pulang hasil tangkapan. Namun, Selasa, 24 Maret 2026, suasana berubah mencekam ketika sesosok tubuh terlihat mengapung di permukaan air.

Adalah Abbas (56), seorang nelayan yang pagi itu tengah memancing, yang pertama kali melihat pemandangan tersebut. Dari kejauhan, sekitar 50 meter, ia melihat tubuh seorang pria terapung tak bergerak.

Dengan perasaan cemas, Abbas segera mendayung sampannya mendekat. Harapan untuk menemukan korban masih hidup perlahan sirna saat ia tiba di lokasi. Pria itu sudah tidak bernyawa.

Korban kemudian diketahui bernama La Ode (55), warga Desa Masaloka Selatan, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Tak jauh dari lokasi penemuan jenazah, sebuah sampan terlihat dalam kondisi terbalik, mengapung di permukaan laut. Diduga, sampan itulah yang digunakan La Ode saat melaut.

Menurut keterangan keluarga, La Ode berangkat memancing seorang diri pada dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Aktivitas itu merupakan rutinitasnya sebagai nelayan.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, menjelaskan bahwa setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi ke daratan terdekat di Desa Batu Sempe Indah, Kecamatan Mataoleo.

Beberapa jam kemudian, pihak keluarga datang menjemput dan membawa pulang jenazah ke rumah duka di Desa Masaloka Selatan.

Di balik peristiwa ini, tersimpan duka yang dalam bagi keluarga. Mereka memilih menerima kepergian La Ode sebagai takdir.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Iptu Hakim.

Hasil pemeriksaan luar dari tenaga medis Puskesmas setempat tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan keluarga, La Ode diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi, gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang sewaktu-waktu.

Polisi memperkirakan korban meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan.

Kini, laut yang pagi itu menjadi saksi bisu, kembali tenang. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, kepergian La Ode meninggalkan luka yang tak mudah terhapus.

Reporter: Redaksi