Diduga Korsleting TV, Dua Rumah Warga di Unaaha Konawe Ludes Terbakar
KONAWE – Kebakaran hebat melanda dua unit rumah warga di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Rabu, (8/4/2026) sekitar pukul 15.20 Wita.
Dua rumah yang terbakar masing-masing milik Rasyid (39), seorang wiraswasta, dan Ali K (52), petani, yang sama-sama berdomisili di Kelurahan Arombu.
Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Gafur, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Rasyid saat berada di dalam rumah bersama orang tuanya.
“Korban merasakan suhu panas dan mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah rumah sebelah. Saat dicek melalui jendela, api sudah membesar, mulai dari televisi hingga menjalar ke plafon rumah,” ujar Andi Gafur.
Melihat kobaran api semakin membesar, Rasyid segera mengevakuasi orang tuanya keluar rumah serta mengamankan dua unit sepeda motor miliknya. Sementara itu, pemilik rumah yang diduga menjadi sumber awal api, Ali K, tidak berada di lokasi saat kejadian.
“Korban atas nama Ali K belum berada di tempat, sehingga belum dapat dimintai keterangan,” tambahnya.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari televisi, kemudian menjalar ke bagian plafon. Material rumah yang didominasi papan turut menyebabkan api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Dugaan awal akibat korsleting listrik dari televisi, lalu merembet ke plafon dan bangunan lain,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp350 juta.
Personel Polres Konawe bersama Polsek Unaaha turut berada di lokasi untuk membantu proses pemadaman dan mengamankan area kejadian.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan.
Saat ini situasi telah kondusif, sementara para korban untuk sementara waktu mengungsi di rumah keluarga terdekat.