KONAWE – Warga Kelurahan Sendang Mulyasari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, digegerkan dengan penemuan jasad seorang balita di saluran irigasi Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat seorang pria mengangkat tubuh korban dari saluran irigasi. Sejumlah warga yang berada di lokasi tampak menyaksikan proses evakuasi tersebut.
Korban terlihat mengenakan kaos berwarna abu-abu dalam kondisi basah, dengan tubuh yang sudah pucat.
“Sudah pucat, anaknya siapa kasihan ini,” terdengar suara seorang warga dalam rekaman video.
Warga menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam di saluran irigasi sebelum akhirnya ditemukan.
“Sudah lama (tetenggelam) pasti,” ujar warga lainnya dalam video tersebut.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Gafur membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan korban bernama Rizkhal Irwandi Irpan (3), warga BTN Satria Nusantara Blok G, Kelurahan Asambu, Kecamatan Unaaha.
Iptu Andi Gafur menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani, Nyoman Sukarma (48), saat hendak menuju ke sawah.
“Dalam perjalanan, saksi melihat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam saluran irigasi,” ujar Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Gafur, saat dikonfirmasi.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tongauna Ipda Fajar Sapan bersama personel langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 15.30 Wita.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak keluarga korban sebelum mengevakuasi jasad korban ke BLUD Kabupaten Konawe untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum.
Berdasarkan keterangan ibu korban, Harniati, sebelum kejadian anaknya sempat bermain di halaman rumah bersama teman-temannya. Namun sekitar pukul 12.00 Wita, korban tidak lagi berada di lokasi dan tidak ditemukan meski telah dilakukan pencarian oleh keluarga.
Dari hasil pemeriksaan awal medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi.
“Diduga korban terjatuh ke dalam saluran irigasi di dekat rumahnya, kemudian terbawa arus air hingga kurang lebih satu kilometer sebelum ditemukan,” jelas Iptu Andi Gafur.
Ia menambahkan, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dengan melakukan pengecekan TKP, pengumpulan keterangan, serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar saluran air atau area yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.

