×

Pencarian

Cemburu Diduga Jadi Pemicu, Suami di Konawe Selatan Aniaya Istri hingga Tewas

KONAWE SELATAN – Rasa cemburu diduga menjadi motif seorang pria berinisial IN (28) menganiaya istrinya, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Peristiwa itu terjadi di rumah pasangan suami istri tersebut di BTN Griya Resky Ambaipua, Kelurahan Ambaupua. Kasus ini terungkap setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tamu rumah pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Williwanto Malau, mengatakan saat ditemukan, korban mengalami sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

“Pada tubuh korban ditemukan luka lebam di bagian mata kiri dan kanan serta luka lebam pada lengan kiri,” ujar AKP Williwanto Malau.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan interogasi, pelaku telah diamankan dan mengakui perbuatannya. Kepada penyidik, IN mengaku melakukan kekerasan terhadap korban dengan menarik kedua tangan korban secara bergantian. 

Pelaku juga diduga menginjak kedua tangan korban ketika korban dalam posisi terbaring. Tidak berhenti sampai di situ, saat korban kembali duduk, pelaku kembali menendang tangan kiri korban hingga tidak dapat digerakkan.

“Setelah korban kembali duduk, IN kembali menendang tangan kiri korban hingga tangan korban tidak bisa digerakkan,” kata AKP Malau.

Akibat kekerasan yang dialaminya, kondisi korban terus menurun. Saat hendak menuju kamar mandi, korban akhirnya terjatuh dan meninggal dunia.

Setelah menyadari korban telah meninggal, pelaku sempat membersihkan tubuh korban menggunakan air, melepas pakaian yang dikenakan korban, kemudian menyelimuti tubuh korban dengan sarung serta menyisir rambut korban.

Pelaku juga disebut sempat memeluk korban dengan harapan istrinya masih dapat hidup kembali.

Menurut AKP Williwanto Malau, berdasarkan pengakuan pelaku, aksi penganiayaan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu terhadap korban. Saat ini, pelaku telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polresta Kendari.