KENDARI – Banjir yang melanda Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada Selasa (24/2/2026) dini hari, diduga akibat jebolnya tanggul kolam retensi di Jalan 40, Kecamatan Puuwatu.
Lurah Wua-Wua, Bastian Tayeb, mengatakan banjir yang merendam permukiman warga di wilayahnya dipicu oleh rusaknya tanggul penampungan air yang lokasinya tidak jauh dari kawasan terdampak.
“Ada kolam retensi yang jebol sehingga terjadi banjir ini,” ujar Bastian saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, dampak dari jebolnya tanggul tersebut cukup signifikan. Air yang meluap tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga membawa material lumpur hingga masuk ke dalam rumah.
“Terkait dampaknya, ada beberapa tanggul yang rusak, jadi banyak air masuk ke rumah warga. Bukan cuma airnya, lumpurnya juga masuk ke dalam rumah. Pasti merugikan warga, seperti barang-barang yang rusak,” jelasnya.
Pemerintah setempat bersama instansi terkait telah melakukan peninjauan lokasi kolam retensi yang jebol. Dinas Pekerjaan Umum (PU) turun langsung ke lapangan bersama pihak perumahan serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
“Dari PU sudah meninjau lokasi retensi bersama pihak perumahan dan Kadis DLHK. Kami dari pemerintah kelurahan juga sudah mengajak developer-developer perumahan untuk sama-sama melakukan perbaikan infrastruktur,” tambahnya.
Saat ini, upaya penanganan darurat tengah berlangsung. Sebanyak dua unit alat berat jenis ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk memperbaiki tanggul yang rusak dan menormalisasi aliran air.
Hingga berita ini diterbitkan, warga terdampak masih melakukan pembersihan rumah dari sisa lumpur, sementara pemerintah dan pihak terkait berupaya mempercepat perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, dikejutkan oleh banjir yang terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 02.43 Wita.
Luapan air diduga berasal dari kali yang melintasi permukiman warga dan tiba-tiba meningkat drastis, meski saat kejadian tidak terjadi hujan di wilayah tersebut. Air dengan cepat menggenangi rumah-rumah yang berada di bantaran kali.

